-

...

-

---

-

---

-

---

-

---

-

---

Senin, 02 November 2015

Info UKG Kabupaten Grobogan, Cek/ Cetak Kartu Peserta, Jadwal dan Tempat

Cek Peserta, Jadwal dan Tempat UKG Kabupaten Grobogan, ini adalah Informasi tentang Cek Peserta, Jadwal dan Tempat UKG Kabupaten Grobogan berdasarkan facebook PMPTK Grobogan. karena Informasi Cek Peserta, Jadwal dan Tempat UKG Kabupaten Grobogan Kami terima dari pemberitahuan tersebut. Seperti yang di Postingkan sebagai berikut

diberitahukan kepada bapak ibu/guru di wilayah Kabupaten Grobogan yang sudah sertifikasi maupun yang belum, baik PNS maupun Non PNS yang namanya sudah masuk dalam daftar UKG kabupaten Grobogan Tahun 2015, Untuk mengikuti Uji Kompetesni Guru ( UKG ) besok pada jadwal dan Jam yang sudah ditentukan pada lampiran di bawah ini :
adapun tempat Uji Kompetensi Guru sebagai berikut :
SMKN 1 PURWODADI LAB-1
SMKN 1 PURWODADI LAB-2
SMKN 1 PURWODADI LAB-3
SMKN 1 PURWODADI LAB-4
SMKN 2 PURWODADI LAB-1
SMKN 2 PURWODADI LAB-2
SMKN 2 PURWODADI LAB-3
SMAN 1 PURWODADI LAB-1
SMAN 1 PURWODADI LAB-2
SMPN 1 PURWODADI
SMPN 3 PURWODADI
SMPN 2 TOROH
SMK PEMNAS PURWODADI
SMK MUHAMMADIYAH PURWODADI
SMK ASTRA MITRA PURWODADI
SMK PANCASILA PURWODADI
SMA PGRI PURWODADI
Mengingat tanggal 25 Nopember 2015 adalah hari Guru Nasional
maka yang mendapat jadwal hari tesrsebut libur dan berubah menjadi tanggal 26 Nopember tahun 2015 dengan menyesuaikan jadwal tempat pada lampiran di bawah ini :
terima kasih..........!
Cek  Kartu Peserta, Jadwal dan Tempat UKG Kabupaten Grobogan DOWNLOAD KLIK DISINI
  
Update: Cek  Kartu Peserta, Jadwal dan Tempat UKG Kabupaten Grobogan SUSULAN DOWNLOAD DISINI

Rabu, 02 September 2015

e-PUPNS, PNS bertanggungjawab atas kemutakhiran data pribadinya

Humas BKN, Direktorat Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian BKN, Kamis ( 30/7) menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Implementasi Sistem e-PUPNS Pengelola Kepegawaian di aula Gedung I Kantor Pusat BKN. Kepala BKN, Bima Haria Wibisana saat membuka acara tersebut menjelaskan Undang-Undang Aparatur SIpil Negara (ASN) mengamanahkan adanya perubahan/penataan dalam manajemen di birokrasi. Penataan tersebut, jelas Bima, Hanya dapat dilakukan berdasarkan data yang akurat. “Terkait itu maka BKN menggelar e-PUPNS sebagai bagian langkah mewujudkan database kepegawaian yang akurat dan mutakhir. Databasetersebut akan menjadi acuan penataan yang akan dilakukan di lingkup pemerintahan,” jelas Bima.

Melalui e-pupns, sambung Bima masing-masing PNS memutakhirkan datanya sendiri. “Dengan proses ini, kami harapkan proses pemutakhiran data PNS dapat berlangsung lebih cepat dan efektif”. PNS yang tidak memutakhirkan datanya, lanjut Bima akan mengalami kerugian, mengingat data mutakhir akan menjadi salah satu acuan penentuan&nbsp yang berkorelasi dengan besaran tunjangan kinerja yang diterima. Sebagai informasi, proses e-PUPNS merupakan kegiatan pemutakhiran data PNS yang dilakukan secara > dan dilakukan sejak September hingga Desember 2015. Untuk proses pemutakhiran data ini, setiap PNS memulai dengan melakukan peneriksaan data yang tersedia dalam databasekepegawaian BKN. Selanjutnya, PNS melakukan perbaikan data yang tidak sesuai serta menambahkan/melengkapi data yang belum lengkap/tersedia dalam database BKN.


PUPNS 2015 wajib diikuti oleh seluruh Calon/Pegawai Negeri Sipil (CPNS/PNS) Republik Indonesia baik yang bertugas di dalam maupun luar negeri, dengan masa aktif hingga 1 Juli 2015. Cakupan data PUPNS 2015 meliputi :

Data Pokok Kepegawaian ( Core Data)

Historical Data) yang terdiri dari : kepangkatan, pendidikan/pelatihan (formal dan non-formal), jabatan dan keluarga.

Lainnya (stakeholders PNS) antara lain meliputi BPJS, Bapertarum dan KPE
 Sumber: bkd.grobogan.go.id

Rabu, 19 Agustus 2015

Sosialisasi Pendataan Ulang PNS (ePUPNS) 2015

Purwodadi, Sabtu 15 Agustus 2015 bertempat di Aula Cipta Repya BKD Kabupaten Grobogan dilaksanakan Sosialisasi Pendataan Ulang PNS (e-PUPNS) Tahun 2015 . Dalam kesempatan tersebut Kepala BKD Kab. Grobogan menyampaikan kepada pejabat pengelola Kepegawaian SKPD se-Kabupaten Grobogan :

Pelaksanaan e-PUPNS secara nasional akan dimulai tanggal 1 September sampai dengan 31 Desember 2015.
Menyampaikan kepada semua PNS di lingkungan unit kerjanya untuk menyiapkan dokumen kepegawaian dan dokumen pendukung lainnya sebagai bahan pengisian e-PUPNS yang meliputi : Kartu Pegawai (Karpeg), SK CPNS, SK PNS, SK Kenaikan Pangkat, Ijasah awal s/d akhir, STTPL Diklat Struktural/Teknis Fungsional, SK Jabatan awal s/d akhir, KTP, NPWP, Kartu BPJS/Askes, Kartu Keluarga, Akta Nikah, Akta Lahir. (Khusus bagi guru : SK Sertifikasi).
Informasi mengenai e-PUPNS dapat diakses melalui http://pupns.bkn.go.id dan PNS dapat melaksanakan ujicoba e-PUPNS sampai dengan 31 Agustus 2015.
bahan sosialisasi ePUPNS dapat diunduh disini

Sumber: bkd.grobogan.go.id

Selasa, 04 Agustus 2015

DAFTAR / URUTAN KERJA MENGGUNAKAN APLIKASI DAPODIKDAS V.4.00 SEMESTER I TA. 2015/2016

DAFTAR / URUTAN KERJA MENGGUNAKAN APLIKASI DAPODIKDAS V.4.00 SEMESTER I TA. 2015/2016 Panduan singkat ini menjelaskan tahapan mengoperasikan aplikasi dapodikdas secara garis besar, untuk lebih detil dan lengkap baca manual aplikasi dapodik versi 4.0.0. Tahapan ini dibuat untuk memandu dan memudahkan operator sekolah dalam mengupdate data di tahun ajaran 2015-2016 dari data awal tahun ajaran sebelumnya. Berikut diagram alir tahapan pengoperasian Aplikasi Dapodikdasa V.4.0.0 Tahun 2015 seperti pada diagram alir tahapan berikut ini : Ketentuan awal : 1. Kode registrasi masih tetap sama dengan tahun sebelumnya, pastikan koderegistrasi ini bersifat rahasia, unik dan tidak diketahui oleh orang-orang yang tidak berkepentingan 2. Jika koderegistrasi ini bocor/ DIKETAHUI OLEH ORANG LAIN YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB hubungi dinas pendidikan setempat untuk dilakukan reset ulang koderegistrasi. Dampak dari reset koderegistrasi akan mencegah pengiriman data dari koderegistrasi lama. 3. Sebelum insstal versi 4.00 harus dilakukan unistalasi aplikasi versi sebelumnya (3.03) 4. Prosedur instalasi dan generate ulang prefill sama dengan aplikasi sebelumnya. 5. Pastikan 1 sekolah hanya terinstal di 1 komputer, namun 1 komputer dapat digunakan lebih dari 1 sekolah dengan menggunakan kode registrasi yang berbeda (mengakomodir sekolah yang tidak memiliki computer). 6. Selalu memeriksa web dapo.dikdas.kemdikbud.go.id untuk menjamin kesesuaian data di lokal aplikasi dengan di data yang diterima di server KEMDIKBUD. 7. Pastikan data = fakta tanpa ada rekayasa, selalu memutakhirkan data sesuai dengan dinamika data yang ada di sekolah. 8. jika berpindah-pindah computer lakukan Siklus generate sync -ulang prefill. Prefill lama akan hilang dengan sendirinya setelah di registrasi (jangan dikoleksi/disimpan) 9. Validasi di aplikasi tidak mencegah sinkronisasi , namun pastikan validasi = 0 untuk menjamin kualitas data sekolah anda lengkap, benar, mutakhir dan shahih. 10. Koneksi internet hanya dibutuhkan saat melakukan sinkronisasi, 11. Manfaatkan prosedur tambah peserta didik secara ONLINE (baca penjelasan) agar memudahkan operator bekerja secara efektif dan efisien (tidak input ulang dari awal) Penjelasan : A. Uninstall versi 3.03 dan install aplikasi versi 4.00 1. Lakukan uninstall aplikasi versi 3.03 2. install aplikasi 4.00 3. registrasi dengan menggunakan koderegistrasi , gunakan email aktif untuk didaftarkan sebagai pengguna dapodik, email ini akan digunakan pengguna di aplikasi-aplikasi pemanfaatan data dapodik 4. klik icon/shortcut dapodik atau buka browser lalu ketik http://localhost:8080 5. aplikasi dapodik akan terbuka 6. tekan ctrl+f5 untuk memastikan penyegaran aplikasi sesuai dengan aplikasi yang baru , aplikasi dapodik versi 4.00 akan muncul B. Generate ulang prefill 1. Lakukan generate ulang prefill di dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/prefill_dapodik tunggu beberapa saat sampai dengan muncul unduhan file prefill nya 2. Unduh prefill pastikan namanya tidak mengandung duplikasi (1) / (2) 3. Buat folder di c:/ dengan nama “prefill_dapodik, letakkan file tersbut di direktori c:/prefill_dapodik 4. Pastikan nama prefill nya tidak ada duplikat copy yang berakhiran (…(angka)) contoh salah : C. Registrasi dan login 1. Buka aplikasi dan pilih tombol registrasi , lengkapi form isian registrasi, pastikan email yang diinputkan aktif dan password yang aman , karena username dan password ini akan digunakan untuk akses login ke aplikasi-aplikasi pemanfaatan dapodik 2. Masukkan koderegistrasi yang sesuai , kllik login 3. Tahapan ini dapat bekerja secara online maupun offline D. Luluskan PD tingkat akhir dan naikkan kelas PD 1. Tahap pertama perhatikan kelengkapan datanya, data yang akan muncul adalah data tahun ajaran sebelumnya terakhir operator melakukan sinkronisasi, pastikan sesuai dan lengkap sesuai sinkronisasi terakhir tahun ajaran lama. 2. Buka masing masing tab, Sekolah – prarasana – Peserta Didik – PTK –Rombel. 3. Rombel tahun lalu Nampak “hilang” tersembunyi karena terdaftar sebagai “histori” 4. Buka tabel rombel, klik fitur action menu luluskan PD tingkat akhir secara kolektif (bersamaan) dengan menggunakan fitur tersebut. 5. Fitur ini akan mengeluarkan peserta didik kelas ahir secara bersamaan/kolektif per rombel. Lakukan untuk seluruh rombel tingkat akhir. Lengkapi isian tanggal keluar/ lulus dan tuliskan alasan “lulus” 6. Jika ada anak yang tidak lulus, fitur tersebut masih tetap dapat digunakan, caranya buka tabel PD keluar – cari anak tersebut –batalkan . kemudian peserta didik tinggal kelas akan muncul kembali di tabel PD. Masukkan PD tinggal kelas tersebut kedalam rombel dengan status tinggal kelas. 7. Lakukan hal ini, untuk semua rombel tingkat akhir 8. Naikkan secara kolektif peserta didik lainnya , dengan fitur action menu – kenaikan kelas dengan catatan kelompok romebl peserta didik nya tidak diacak. Jika diacak, jangan gunakan fitur ini tapi gunakan metode tambah rombel baru seperti biasa. E. Tambah PD/peserta didik baru 1. Jika prosedur kenaikan dan kelulusan selesai kita beranjak ke peserta didik baru. Tambah peserta didik baru di bagi 2 metode : OFFLINE (lewat aplikasi dapodik) dan ONLINE lewat aplikasi web dapo.dikdas.kemdikbud.go.id 2. Metode OFFLINE menggunakan applikasi dapodik seperti biasa, sama dengan cara sebelumnya. 3. Metode ONLINE menggunakan web dapo.dikdas.kemdikbud.go.id. tujuan metode ini agar peserta didik baru tidak perlu input ulang dari awal lagi, dengan cara mencari peserta didik baru tersbut di sekolah lamanya. 4. Motode ini berlaku dengan beberapa persyaratan dan tahapan: - Hanya digunakan untuk peserta didik SMP kelas 7 (peserta didik baru) atau mutasi - Sekolah lama PD tersebut sudah di keluarkan dari sekolah lama (lulus/mutasi) - Hanya dilakukan dengan cara full online (lewat website dapo.dikdas.kemdikbud.go.id) - Cari sekolah lama prop-kab-kota-kec-nama sekolah, lalu lakukan pencarian peserta didik berdasarkan nama atau NISN, - PASTIKAN peserta didik yang di temukan adalah benar periksa detil peserta didik agar menjamin peserta didik tersebut yang di maksud sebelum di lakukan perintah pindah/masuk ke sekolah anda. - Setelah di eksekusi lewat web tersebut (sampai dengan tahap konfirmasi), lakukan sync di aplikasi agar dapat menurunkan peserta didik yang dimaksud. Secara otomatis peserta didik yang dipindahkan secara online akan turun semua ke aplikasi. - Periksa kelengkapan atribut data peserta didik baru tersebut jika ada yang kurang segera lengkapi. - Lakukan mapping ke dalam rombel sesuai dengan tingkatnya. - Lakukan sync untuk mengupdate data peserta didik baru tersebut. - Periksa hasil sync terakhir di web dapo.dikdas.kemdikbud.go.id, pastikan isi data di web sudah sesuai dan lengkap sesuai dengan di aplikasi dapodik sekolah. 5. Setelah prosedur PD Baru selesai sekarang beralih ke tabel PTK, Lakukan salin penugasan di action menu pada tabel PTK. Hal ini untuk menyalin penugasan PTK di tahun sebelumnya 6. Periksa kelengkapan PTK, mapping ulang penugasan PTK di pembelajaran di tabel ROMBEL sesuai dengan SK pembagian tugas mengajar oleh KEPSEK. 7. Periksa kelengkapan tabel prasarana dan sarana jika ada yang kurang segera lengkapi F. Pastikan Validasi 0 Validasi dalam aplikasi dapodik ini tidak mencegah pengiriman data tapi bertujuan untuk menjamin data invalid masuk ke server pada saat sinkronisasi online. Untuk menjamin validitas data sekolah, anda pastikan validasi = 0 G. Sinkronisasi Jika pengguna sudah terkoneksi internet, maka akan terlihat tampilan [Koneksi Anda dengan Internet : CONNECTED] berwarna hijau, namun jika pengguna tidak terkoneksi internet maka tampilan yang akan telihat adalah [Koneksi Anda dengan Internet: DISCONNECTED] berwarna merah. Demikian beberapa langkah / tahapan-tahapan kerja menggunakan aplikasi Dapodikdas V.4.0.0 pada semester I tahun ajaran 2015/2016 berdasarkan Manual Aplikasi Dapodikdas V.4.0.0 Tahun 2015. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Satu Data Berkualitas...!

Rabu, 15 April 2015

Geguritan Lola

iyah, Geguritan Lola, Mungkin saya sendiri kurang mengerti bahasa jawa yang "tulen" tapi Geguritan Lola ini kayaknya Kena bingit deh padahal ga ngerti maksudnnya apa, tanpa ane banyak koment ini loh Geguritan Lola nya:
LOLA
Dening : Mulyono Sudarmo


Lampu-Lampu Mati
Lakune Rerambatan Sikile Ringkih
Nlusuri Lawang-Lawang Kekancingan
Thothok-Thothok Lirih
Pak, Bapak Ngakna, Pak
Yung, Biyung Ngakna , Yung
ing Jaba Adheme Ora Jamak
O Bapak, O Biyung
Aku Kangen Angeting Asihmu
Aku Kangen Nikmating Katresnanmu,
Aah,………………..
Aku Banget Kapang Kekudanganmu
ing Gebyaring Lintang Sayuta

Nanging , Tan Ana Sabawa
Lampu-Lampu Mati
Lakune Rerambatan Sikile Ringkih
Nlusuri Lawang-Lawang Bisu
Jroning Dhadha isih Nggegem Pitakonan

Lihat Video Geguritan Lola Disini

Senin, 13 April 2015

Kalender Pendataan DAPODIKDAS 2015

Inilah Kalender Pendataan Dapodikdas 2015 yang saya ambil dari blognya kang Supiadi74.blogspot.com yang menurut artikelnya Kalender Pendataan DAPODIKDAS 2015 ini dipublikasikan oleh Bp.Yusuf Rokhmat (Admin Dapodikdas) dari akun FBnya. Cekibrot This is it (xixixi) Kalender Pendataan DAPODIKDAS 2015.
Kalender Pendataan DAPODIKDAS 2015
Klik Image untuk Memperbesar Kalender Pendataan DAPODIKDAS 2015

Kamis, 02 April 2015

Cara Memasukan Nilai PKG pada SIM PKG

Sebelum Membahas Cara Memasukkan Nilai PKG pada SIM PKG, kita cari tahu dulu apa itu Aplikasi untuk penilaian SIM Penilaian Kinerja Guru (PKG) Atau SIMPAK PKG adalah aplikasi yang dibangun sebaga, fasilitas dalam memasukkan nilai PKG dengan cara online. Proses pelaporan hasil PKG wajib dilakukan oleh semua Pengawas dan merupakan sebagai salah satu persyaratan dalam penentuan SK Tunjangan Profesi ( SKTP ) . Input nilai PKG dilakukan oleh Pengawas Sekolah, dimana  Pengawas Sekolah memiliki username dan password yang diperoleh dari pengelola SIM PKG kabupaten. INGAT: HANYA PENGAWAS!!!

Artikel ini pun cuma hasil Copas Dari Blog-blog tetangga heheheh. sekarang Menu SIMPAK PKG Sendiri terdiri atas  7 menu utama diantaranya : 

  1. Dashboard- menampilkan resume hasil penilaian 
  2. Data Guru- menampilkan data guru binaan pengawas
  3. Unduh Form- halaman untuk unduh format PKG
  4. Data PKG- menampilkan data tentang PKG
  5. Cetak PK- halaman untuk pengawas mencetak/menyimpan hasil input PKG
  6. Ubah Profil
  7. Logout
Cara Memasukan Nilai PKG pada SIM PKG adalah sebagai berikut:
  1. Silahkan  buka alamat link untuk SIM PKG, http://223.27.144.197:9000/login, selanjutnya silahkan klik Aplikasi SIM PKG
    Cara Mudah Input Nilai PKG pada SIM PKG
  2. Selanjutnya pilih menu Data Guru
    Cara Mudah Input Nilai PKG pada SIM PKG
  3. Pilihlah Guru yang akan diPKG, klik  pada NUPTK atau Nama guru, sesudah kolom tersebut warnanya berubah, silahkan klik Data PKG.
    Cara Mudah Input Nilai PKG pada SIM PKG
  4. Selanjutnya pilih menu Edit Rincian. Bila Guru yang dinilai memiliki Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah( KS)  maka silahkan masukkan juga Nilai PK Tugas Tambahan.
    Cara Mudah Input Nilai PKG pada SIM PKG
  5. Silahkan Input Nilai PKG, sesudah  selesai semua, maka klik Simpan
    Cara Mudah Input Nilai PKG pada SIM PKG
  6. Nilai PKG sudah berhasil disimpan, klik OK
  7. Di bawah ini contoh hasil PKG dan PKKS
    Cara Mudah Input Nilai PKG pada SIM PKG
Bila nilai PKG sudah tersimpan pada aplikasi SIMPAK Modul PKG tapi belum muncul, maka silahkan klik hitung selanjutnya simpan. Menu hitung dan simpan ada di pojok kanan bawah seperti pada gambar di atas. 

Aih pas Iseng Browsing tentang artikel SIMPAK PKG ternyata "The Service Unavailable" Alias "Layanan Tidak Tersedia" Guys( kalau kata Dodit  :D ) kayak yang di blog KKPSSDBANTUL tuh. xixix

Rabu, 01 April 2015

Panduan Pengisian PKG 2015


Panduan Pengisian PKG 2015. Penilaian Kinerja Guru atau PKG merupakan penilaian kinerja seorang guru maupun kepala sekolah yang penilaianya divalidasi oleh pengawas. Dan kaitannya dengan penerbitan Surat Keputusan Penyaluran Tunjangan ( SKPT), maka yang berkewajiban mengiirimkan hasil PKG adalah pengawas.

Pada kesempata ini kami sampaikan hasil dari Rapat Kordinasi Tunjangan Dikdas pada  17 Februari 2015 di Garuda Plaza Hotel Medan yang berkaitan dengan  SKTP (SK Tunjangan Profesi)
  1. PKG dilakukan pada setiap sekolah dengan berpedoman pada Permendiknas No 35 Tahun 2010.
  2. PKG dikerjakan  secara manual
  3. Hasil PKG agar diserahkan ke Pengawas untuk di entry pada Aplikasi Khusus yang bernama SIM Penilaian Kinerja Guru.
  4. Aplikasi khusus yang tersedia hanya bisa di akses oleh Pengawas, dan pengawas pun akan diberikan Akun individu  untuk mengentry Nilai PKG. (Aplikasi tersebut akan segera diumumkan melalui Aplikasi Tunjangan Dinas Kabupaten.)
  5. Berkaitan dengan nilai, nilai dari PKG (Minimal BAIK) ini yang akan menentukan keluar tidaknya SKTP.
    Panduan Pengisian PKG 2015
    Login SIM PKG
Nilai PKG yang belum dientri akan mengakibatkan munculnya tanda silang merah pada Lapor Tunjangan.
Perhatikan gambar dibawah ini.
Pengawas akan memiliki hak akses khusus, dan untuk username dan pasword bisa didapatkan dengan melakukan konsultasi ke admin dinas kabupaten setempat. Link alamat untuk melakukan PKG online bisa diakses di alamat http://223.27.144.197:9000/login.
Batas paling lambat dari pelaksanaan PKG ini adalah 28 Maret 2015.
Beberapa dokumen istrumen PK Guru bisa anda unduh pada link dibawah ini:

  1. Lembar PKG
  2. Lembar PKG Tugas Tambahan Wakil Kepala Sekolah
  3. Lembar PKG Tugas Ketua Program Keahlian
  4. Lembar PKG Tugas Tambahan Kepala Sekolah
  5. Lembar PKG Tugas Tambahan Kepala Perpustakaan
  6. Lembar PKG Tugas Tambahan Kepala Laboratorium/ bengkel
  7. Lembar PKG Guru Kelas/ Mapel
  8. Lembar PKG Guru BK
Demikian sekilas  tentang panduan pengisian PKG 2015.

Selasa, 31 Maret 2015

Daftar Guru Bersertifikat Valid dan Tidak Valid Dari Info PTK Tahun 2015 Seluruh Indonesia

Kali ini kita Share Daftar Guru Bersertifikat Valid dan Tidak Valid Dari Info PTK Tahun 2015 Seluruh Indonesia sesuai proses sinkronisasi Dapodikdas untuk penentuan tunjangan Sertifikasi. Mungkin ada nama Guru yang berstatus masih belum valid sehingga menyebabkan proses penurunan SK jadi terhambat.
Baca Juga Cek SKTP PTK DIKDAS 2015  Beberapa kemungkinan permasalahan yang menyebabkan Data Guru bersertifikat tidak valid antara lain: JJM Tidak Memenuhi Syarat. NUPTK Bermasalah. NUPTK yg dientri berbeda dgn Database. Sekolah Induk Tidak diketahui. Riwayat Pendidikan Tidak diisi. Tempat Tugas tidak diketahui Tidak ada sekolah induk dipilih (dicentang). Jenis PTK pada Dapodik Bukan Guru. Memasuki Usia Pensiun. Tugas Tambahan Tidak Valid Sudah Pensiun. Jenis PTK pada Dapodik Bukan Guru Riwayat gaji berkala dan Kepangkatan belum benar. Sumber Gaji tidak jelas (lainnya). Tidak ada sekolah induk dipilih (dicentang) Selain permasalahan di atas masih banyak permasalahan lain yang menyebabkan Data guru di aplikasi dapodikdas tidak Valid. Berikut Daftar nama guru yang sudah valid dan Tidak valid di Info PTK dapodikdas 2015. Silahkan Download Untuk melihat daftarnya: Daftar Nama Guru Bersertifikat Pendidik Non PNS SD,SMP,SLB (Dana Pusat) KLIK DISINI
Daftar Nama Guru Bersertifikat Pendidik PNS SD,SMP,SLB (Dana Transfer Daerah) KLIK DISINI

Silahkan memilih nama kabupaten untuk melihat daftar nama gurunya. Jika belum valid maka ada keterangan tentang permasalahan yang ada dan jika sudah valid maka sudah ada SK tunjangan nya. Bagi yang belum valid silahkan perbaiki melalui aplikasi dapodikdas dan melakukan sinkronisasi.

Jumat, 13 Maret 2015

Tolak Kekerasan Dalam Pendidikan, Kemendikbud Bentuk Gugus Tugas Pendidikan Anti Kekerasan

Jakarta - Kekerasan marak terjadi dalam dunia pendidikan. Berdasarkan data per Februari 2015 dari Plan Internasional, 50 persen anak Indonesia menyaksikan kekerasan yang terjadi di sekolahnya selama enam bulan terakhir. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan memandang kekerasan dalam pendidikan sebagai keprihatinan serius bagi dunia pendidikan.

“Ini perlu diberikan perhatian khusus, dan perlu ada gerakan atau tren yang dapat mengirimkan pesan tentang anti kekerasan dalam pendidikan,” demikian disampaikan Mendikbud saat berdiskusi dengan para anggota Gugus Tugas Pendidikan Anti Kekerasan, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Rabu (11/03/2015).

Pembentukan Gugus Tugas Pendidikan Anti Kekerasan, kata Mendikbud, perlu dilakukan untuk dapat menyampaikan pesan bahwa kekerasan adalah sesuatu yang tidak moderen dan harus ditinggalkan. Gugus tugas ini, Mendikbud mengatakan, merupakan yang pertama kali dibentuk Kemendikbud sebagai upaya menjadikan lingkungan pendidikan sebagai tempat belajar yang aman dan menyenangkan.

Tugas yang akan dikerjakan oleh gugus tugas ini, Mendikbud mengemukakan, melihat permasalahan yang terjadi di sekolah secara keseluruhan. Dengan begitu komponen yang akan terlibat tidak hanya sekolah tetapi juga masyarakat secara umum. “Gugus ini dapat bekerja dan bertukar pikiran, menjadikan wacana yang sehat di masyarakat,” tutur Mendikbud.

Mendikbud berharap, Gugus Tugas Pendidikan Anti Kekerasan ini dapat menjadi mercusuar untuk mendorong penyelesaian masalah kekerasan dalam dunia pendidikan. “Gugus tugas ini pun dapat bersama-sama masyarakat lainnya menyelesaikan permasalahan kekerasan yang terjadi di dalam pendidikan. Dari sini kita dorong anti kekerasan.” pungkas Mendikbud. (kemdikbud.go.id)

Rabu, 11 Maret 2015

Sekolah sebagai Taman yang Menyenangkan

Bukan tanpa alasan Ki Hadjar Dewantara menggunakan istilah “Taman” sebagai konsep pendidikannya. Taman berarti sebuah tempat bermain. Teduh, tenang, dan tentunya menyenangkan. Anak-anak senantiasa gembira berada di taman. Mereka dengan senang hati menghabiskan waktu di taman.

Ki Hadjar ingin konsep pendidikan seperti sebuah taman. Pendidikan haruslah menyenangkan, belajar adalah proses kegembiraan.

Ketika lonceng sekolah berbunyi semestinya sebuah tanda dimulainya kegembiraan. Lalu ketika lonceng pulang berbunyi anak-anak akan enggan untuk pulang karena ia tak ingin kesenangannya berhenti.

Ikhtiar untuk mendorong pendidikan sebagai sebuah kegembiraan itu terus kita dorong bersama. Salah satu masalah yang timbul selama ini adalah pendidikan terasa seperti sebuah penderitaan. Ketika menemui guru dan murid mereka mengeluhkan beberapa hal yang tentunya ingin kita bereskan bersama-sama.

Salah satu kabar yang kerap muncul adalah soal ujian nasional (UN). Beragam pendapat muncul mengenai UN. Pendapat tersebut tentu patut kita dengarkan karena pendidikan adalah tanggung jawab setiap orang.

Dalam sebuah kunjungan ke SMA Negeri 89 Rempoa, Jakarta Selatan, beberapa siswa memaparkan masalah dan solusi yang mereka hadapi dari perspektif mereka. Anak-anak kita ini memaparkan tentang Kurikulum, UN, dan banyak hal lainnya. Masukan mereka sangat menarik. Masukan ini sangat berharga karena hadir langsung dari peserta didik yang merupakan pengguna utama dari apa yang akan dan telah kita kerjakan.

Masukan dari peserta didik, guru, kepala sekolah, praktisi pendidikan bersama dengan Tim Evaluasi UN menjadi dasar pertimbangan keputusan mengenai UN. Belum lama ini keputusan tersebut telah kita ambil.

Melalui keputusan itu kita ingin mengubah UN dari sekadar alat atau vonis untuk menilai, menjadi UN sebagai alat belajar. UN kini tidak lagi menentukan kelulusan peserta didik. Kelulusan ditentukan sepenuhnya oleh sekolah. Kita menyadari bahwa sekolahlah yang paling memahami para peserta didiknya.

Salah satu yang mencuat dari UN selama ini adalah efeknya yang membuat perilaku teaching to the test. Guru dan peserta didik memfokuskan pembelajaran hanya untuk mengerjakan ujian semata, tentu ini yang ingin kita ubah. Kita ingin UN bukan hanya menunjukkan hasil belajar melainkan juga sebagai bagian dari proses belajar.

UN sebagai bagian dari proses belajar tentu harus memiliki fungsi untuk perbaikan kualitas pembelajaran di kelas. Salah satu fungsi penting itu adalah fungsi UN sebagai pemetaan capaian dari peserta didik.

Selama ini yang terjadi sistem penilaian UN hanya berisi mata pelajaran dengan angka-angka. Angka-angka ini harus ditafsirkan untuk perkembangan kualitas pembelajaran. Ke depan misalnya dalam pelajaran matematika maka peserta didik tak hanya tahu ia mendapatkan nilai tertentu, melainkan mengetahui kemampuannya di bidang trigonometri, logaritma, dan bidang-bidang lainnya, sehingga peningkatan kapasitas bisa kita lakukan bersama.

Beragam ikhtiar untuk perubahan fungsi UN ini tentu kita maksudkan sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan. Lebih dari itu kita menginginkan ikhtiar perubahan ini tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tapi mengutip Ki Hadjar, menjadikan sekolah dan pendidikan sebagai sebuah taman.

Pendidikan yang bisa menghadirkan sebuah kegembiraan bagi para pelakunya. Sehingga kelak ketika bel sekolah berbunyi anak-anak kita akan hadir dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. (Kemdikbud.go.id)

Sabtu, 28 Februari 2015

Cara Cek SKTP PTK Semester 2 Tahun 2015 ( Lapor Tunjangan Dikdas )

Sekarang Para PTK sudah bisa mengecek Surat Keputusan Tunjangan Profesi ( SKTP ) semester genap tahun 2015. Ya tentunya tugas operator sekolahlah yang memberitahukan informasi ini kepada guru-guru di sekolah masing-masing khususnya yang telah sertifikasi agar nantinya mereka bisa secara mandiri melakukan pengecekkan datanya apakah sudah benar dan valid.
Jika nantinya terdapat data yang salah segeralah beritahukan kepada operator sekolah agar bisa diperbaiki secepatnya. Intinya kita harus saling membantu, karena operator juga manusia yang penuh dengan kehilafan serta kesalahan. Jadi sudah sepantasnya guru-guru juga mau bekerjasama dalam memvalidasi data tersebut.
Baiklah langsung saja bagi PTK yang ingin mengecek SKTP apakah sudah sesuai dengan keadaan sebenanarnya. Silahkan ikuti panduan dibawah agar lebih mudah.
  1. Masuk ke alamat ini : http://223.27.144.195:8081/
    silahkan cek data PTK anda melalui Link berikut :
    (NEW) http://223.27.144.195:8089

    Link baru. silahkan cek Tunjngan DIKDAS anda disini :
    http://223.27.144.195:8081/index2.php
  2. Link baru. silahkan cek Tunjngan DIKDAS anda disini :
    http://223.27.144.195:8081/index2.php - See more at: http://inpressamata.blogspot.com/2014/02/cek-data-guru-lembar-info-ptk.html#sthash.nss2Uygr.dpuf


  3. (NEW) http://223.27.144.195:8089

    Link baru. silahkan cek Tunjngan DIKDAS anda disini :
    http://223.27.144.195:8081/index2.php - See more at: http://inpressamata.blogspot.com/2014/02/cek-data-guru-lembar-info-ptk.html#sthash.nss2Uygr.dpuf


    (NEW) http://223.27.144.195:8089

    Link baru. silahkan cek Tunjngan DIKDAS anda disini :
    http://223.27.144.195:8081/index2.php - See more at: http://inpressamata.blogspot.com/2014/02/cek-data-guru-lembar-info-ptk.html#sthash.nss2Uygr.dpuf


    (NEW) http://223.27.144.195:8089

    Link baru. silahkan cek Tunjngan DIKDAS anda disini :
    http://223.27.144.195:8081/index2.php - See more at: http://inpressamata.blogspot.com/2014/02/cek-data-guru-lembar-info-ptk.html#sthash.nss2Uygr.dpuf


    (NEW) http://223.27.144.195:8089

    Link baru. silahkan cek Tunjngan DIKDAS anda disini :
    http://223.27.144.195:8081/index2.php - See more at: http://inpressamata.blogspot.com/2014/02/cek-data-guru-lembar-info-ptk.html#sthash.nss2Uygr.dpuf


    (NEW) http://223.27.144.195:8089

    Link baru. silahkan cek Tunjngan DIKDAS anda disini :
    http://223.27.144.195:8081/index2.php - See more at: http://inpressamata.blogspot.com/2014/02/cek-data-guru-lembar-info-ptk.html#sthash.nss2Uygr.dpuf
  4. Jika pada halaman tersebut ada keterangan "maaf akses anda tidak syah", maka jangan panik, silahkan klik "kembali ke beranda"
  5. gambar halaman error
  6. Selanjutnya di halaman cek info PTK, caranya masih sama, username adalah NRG ( bagi guru sertifikasi ), NUPTK, atau NIK. Sedangkan Password adalah tanggal lahir dengan format tahun-bulan-tanggal.
  7. Jangan lupa masukkan kode captha lalu klik tombol login
cek info sertifikasi guru 2015
Coba dilihat datanya apakah masih banyak yang warna merah ? jika iya jangan langsung panik dan marah-parah dengan operator. Hal ini dikarenakan situs tersebut masih dalam percobaan. Dan datanya belum terintegrasi dengan dapodikdas versi 303. (Berbagai Sumber)

Selasa, 24 Februari 2015

MENDIKBUD: Belajar Sejarah Bukan Berarti Menengok Masa Lalu, Namun Memahami Masa Depan

Jakarta- Pelajaran sejarah bukan berarti menengok masa lalu, namun memahami masa depan. Oleh sebab itu pelajaran sejarah akan lebih diarahkan kepada pemahaman makna di balik peristiwa sejarah, dan tidak sekedar hafalan peristiwa. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan saat menghadiri acara silaturahmi bersama Komunitas Historia Indonesia (KHI).

Mendikbud mengatakan, belajar sejarah tidak hanya belajar kapan, dimana, siapa saja yang hadir dalam suatu peristiwa sejarah. Lebih jauh lagi belajar sejarah yang perlu dilihat adalah apa makna peristiwa tersebut bagi bangsa Indonesia. Contohnya seperti mempelajari sejarah Sumpah Pemuda.

“Belajar sejarah Sumpah Pemuda bukan mempelajari kapan, dimana, siapa saja yang hadir saat itu, tetapi makna sumpah pemuda bagi perjalanan bangsa Indonesia,” kata Mendikbud dalam acara silaturahmi bersama KHI yang dilaksanakan di SMA Negeri 19 Jakarta, Kamis (19/02/2015).

Mendikbud meyakini 60 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia tiada lain karena budaya. Mendikbud berharap masyarakat dapat menjaga budaya Indonesia. Dengan begitu, kata Mendikbud, daya tarik budaya Indonesia tidak akan hilang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tutur Mendikbud, akan lebih serius melestarikan museum dan cagar budaya.

“Kemendikbud berharap adanya partisipasi masyarakat untuk memberitahu cagar budaya yang terancam atau perlu mendapat perhatian,” ujar Mendikbud.

Di hari yang sama Mendikbud didampingi Plt. Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Ari Santoso, menghadiri perayaan Imlek 2015 yang dilaksanakan di Klenteng Kim Tel Le atau Vihara Dharma Bhakti, di daerah Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. "Gong Xi Fat Cai,” demikian disampaikan Mendikbud saat menyampaikan ucapan selamat hari raya Imlek kepada para pengunjung Vihara Dharma Bhakti. (kemdiknas.go.id)

Jumat, 30 Januari 2015

Puisi Bahasa Jawa Cinta Ibu "Biyung, I Love You"

BIYUNG, I Love You

                                                                                                                                        Azizul Anam


Biyung, .......
Sakjerone Esemmu Ana Keselmu
Rino Wengi Kerjo, Tanpa Rasa Lesu
Tansah Kua, Tanpa Sambat
Mung Kanggo Aku

Biyung , ...
Tetep Sabar Ngadepi Ndableke Awakku
Tetep Nyepurani Salah Polahku
Ngobati Nalika Aku Lara
Nyemangati Nalika Aku Tanpa Daya

Biyung, .....
Sepurane Ingkang Kathah
Aku Mung Bisa Donga
Mugi Gusti Tansah Ngelindungi
Maringi Kewarasan Twin Rezeki
Biyung, I Love You

Minggu, 25 Januari 2015

Pendidikan Harus Jadi Kegembiraan

Foto hitam putih itu menggambarkan sebuah halaman rumah sederhana. Pintu kayu, tembok tanpa pulasan cat, pagar semen setinggi lutut orang dewasa menghiasi halaman tersebut. Tikar pandan menjadi alas sederhana untuk duduk beberapa orang. Sekitar lima belas anak duduk menghadap seorang guru wanita. Mereka sedang bersiap untuk belajar. Halaman di foto tersebut merupakan bagian dari salah satu Sekolah Taman Siswa di Bandung. Guru perempuan yang ada di foto itu adalah Ibu Soerjoadipoetro, salah seorang penggerak pendidikan Taman Siswa. Foto itu kini masih terarsip di Museum Tropen, Belanda. Gambar dua dimensi tersebut boleh jadi sederhana, tapi pesannya begitu nyaring. Bahwa pendidikan adalah sebuah keseharian yang menyenangkan. Murid-murid yang hadir tak memakai seragam tapi semangat mereka tak bisa disepelekan. Pembelajaran di Taman Siswa, Bandung mengingatkan saya pada konsep belajar tiga dinding yang dikenalkan oleh Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar menyarankan ruang kelas hanya dibangun dengan tiga sisi dinding, sedangkan satu sisi lainnya lainnya terbuka. Ki Hadjar ingin menyatakan bahwa seharusnya tidak ada jarak antara dunia pendidikan di dalam kelas dengan realitas di luarnya. Sekali lagi ini bukti bahwa pendidikan harus hidup dan tumbuh sebagai sebuah keseharian yang menyenangkan. Kini kita kerap menengok Finlandia saat bicara pendidikan. Apa yang dilakukan oleh Finlandia sebenarnya senada dengan konsep Ki Hadjar. Bahwa proses belajar harus menyenangkan. Saatnya kita mengembalikan konsep pendidikan kita seperti yang diajarkan oleh Bapak Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara. Bagi beliau, sekolah adalah taman, tempat bermain. Proses belajar itu mencerahkan, Pendidikan itu prosesnya equal, tapi merangsang pertumbuhan. Mari kita buat proses belajar itu adiktif. Layaknya candu, ada keinginan untuk belajar terus. Ke depan, yang kita butuhkan bukan spesialis, melainkan learner, pembelajar. Kita harus mendidik orang menjadi pembelajar. Kalau bisa menjadi pembelajar, di peran apa pun dia akan bisa punya makna. Untuk mewujudkan pendidikan menjadi kegembiraan tentu perlu sebuah perspektif baru. Kita bisa menengok kembali pada Ki Hadjar untuk menghadirkan perspektif ini. Pendidikan lebih didasarkan pada minat dan potensi yang perlu dikembangkan anak didik, bukan pada minat dan kemampuan apa yang dimiliki oleh pendidik. Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu. Soal ekstrakurikuler misalnya, minat dan bakat anak-anak itu bervariasi. Tanyakan pada anak-anak ingin ekstrakurikuler apa? Jangan kita yang menentukan minat dan bakatnya. Selama ini ekstrakurikuler kita selera guru, selera dinas, selera yang sudah jadul. Maka jangan salahkan anak-anak ketika mereka memilih pulang daripada aktif di kegiatan ekskul. Anak-anak kita akan hidup di masa depan dan kita mendidik anak-anak kita di zaman ini, bukan di zaman dulu. Untuk melaksanakan itu kita perlu membuka pikiran kita. Tidak ada terobosan, tidak ada inovasi di sekolah, jika tidak ada guru yang inovatif. Guru tidak akan kreatif inovatif kalau tidak ada percikan rangsangan. Karena itu bagian dari tugas kementerian untuk merangsang itu. Adalah tanggungjawab kita bersama untuk menciptakan pendidikan yang menyenangkan, bukan sebuah beban. Yang di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan. Konsep dari Ki Hadjar tersebut masih relevan sampai saat ini. Kelak ketika kita lengah pada tanggungjawab ini, lihat kembali foto-foto Taman Siswa. Bahkan di masa ketika kita belum bisa teriak merdeka, para pendiri negeri ini telah mendorong pendidikan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Bayangkan ketika pulang sekolah nanti anak-anak kita bisa tersenyum sambil menceritakan beragam pengalaman di sekolah.

Tanggal Penting Ujian Nasional 2015

Tanggal Penting Ujian Nasional 2015 dari http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/node/3746

Mendikbud Sosialisasikan Kebijakan Perubahan UN di Konkernas PGRI

Kemdiknas.go.id- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengumumkan kebijakan perubahan ujian nasional (UN) di hadapan peserta Konferensi Kerja Nasional (Kongkernas) II Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (24/1/2015). Dalam kesempatan itu, Mendikbud mengingatkan kembali bahwa tujuan UN adalah untuk melakukan penilaian atas standar kompetensi lulusan. Oleh karena itu, ada beberapa kebijakan UN yang diubah. “Yang kita ubah adalah UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan siswa dari sebuah satuan pendidikan. Seorang peserta didik dinilai oleh sekolah. Sekolah yang memutuskan dan bila dinyatakan lulus, siswa menerima sertifikat tamat belajar. Kemudian, negara menyelenggarakan ujian yang hasilnya menunjukkan posisi siswa dibandingkan dengan standar-standar yang ada,” ungkap Mendikbud. Kebijakan UN kedua adalah siswa yang merasa nilainya kurang, dapat mengulang ujian yang sama tahun depan. Mendikbud menjelaskan, untuk dapat mengulang ujian dengan baik, tentu siswa harus belajar. Pihaknya ingin menggeser bahwa bukan semata-mata sebagai hakim, tetapi ujian sebagai sebuah proses pembelajaran. Ujian bukan sesuatu yang mengerikan dan menakutkan, tapi sesuatu yang memang ingin diraih. Mendikbud juga mengatakan, melalui kebijakan tersebut, pihaknya ingin mengembalikan integritas para komunitas pendidikan. Diakuinya bahwa selama ini UN menjadikan kecurangan bersifat jamak. “Bahkan guru berada dalam posisi terjepit. Perintahnya lulus, namun situasinya berbeda. Ini harus kita ubah,” katanya. Menurut mantan rektor Universitas Paramadina ini, UN harus digunakan untuk mengembangkan potensi anak dengan baik. Pihaknya ingin konsep yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia, diterapkan. Dalam buah pikirannya, Ki Hajar Dewantara menempatkan pendidikan sebagai sebuah kegembiraan yang menyenangkan. “Istilah beliau adalah taman. Kita berharap konsep taman ini bisa diterapkan kembali di sekolah-sekolah kita di seluruh Indonesia. Anak ingin ke sekolah. Anak ingin tidak pulang dari sekolah. Kenapa? Karena di sekolahnya merasa senang, nyaman, menyenangkan,” ungkap Mendikbud seraya menambahkan bahwa tanggung jawab membuat sekolah menyenangkan itu ada pada para pendidik dan birokrasi pendidikan.